Senin, 26 Desember 2016

Ini Dia Tampilan Uang Baru (Rupiah) Negara Indonesia

Tampilan Uang Baru (Rupiah) Negara Indonesia

Bank Indonesia (BI) mengumumkan desain baru uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pada Senin (19/12/2016). Sejak diumumkannya desain baru uang NKRI ini masyarakat banyak yang sudah mengetahui ciri yang paling kentara dari uang baru ini yaitu memuat gambar pahlawan nasional.


Sejarah Uang (Rupiah) di Indonesia


Nama rupiah sering dikaitkan dengan rupee mata uang India, namun sebenarnya menurut Adi Pratomo, salah satu sejarawan uang Indonesia, rupiah diambil dari kata rupia dalam bahasa Mongolia, namun sebagian berpendapat bahwa rupiah berasal dari bahasa Sanskerta. Rupia sendiri berarti perak. Memang sama dengan arti rupee, namun rupiah sendiri merupakan pelafalan asli Indonesia karena adanya penambahan huruf ’h’ di akhir kata rupia, sangat khas sebagai pelafalan orang-orang Jawa. Hal ini sedikit berbeda dengan banyak anggapan bahwa rupiah adalah salah satu unit turunan dari mata uang India. Rupee India sebenarnya juga dapat dikatakan sebagai turunan dari kata rupia itu sendiri, dengan begitu rupiah Indonesia memiliki tingkatan yang sama bukan sebagai unit turunan dari mata uang India tersebut.

Pada masa-masa awal kemerdekaan, Indonesia belum menggunakan mata uang rupiah namun menggunakan mata uang resmi yang dikenal sebagai ORI. ORI memiliki jangka waktu peredaran di Indonesia selama 4 tahun, ORI sudah mulai digunakan semenjak 1945-1949. Namun, penggunaan ORI secara sah baru dimulai semenjak diresmikannya mata uang ini oleh pemerintah sebagai mata uang Indonesia pada 30 Oktober 1946. Pada masa awal, ORI dicetak oleh Percetakan Canisius dengan bentuk dan desain yang sangat sederhana dan menggunakan pengaman serat halus. Bahkan dapat dikatakan ORI pada masa tersebut merupakan mata uang yang sangat sederhana, seadanya, dan cenderung berkualitas kurang, apalagi jika dibandingkan dengan mata uang lainnya yang beredar di Indonesia. Pada masa awal kemerdekaan tersebut, ORI beredar luas di masyarakat meskipun uang ini hanya dicetak di Yogyakarta. ORI sedikitnya sudah dicetak sebanyak lima kali dalam jangka waktu empat tahun antara lain, cetakan I pada 17 Oktober 1945, seri II pada 1 Januari 1947, seri III dikeluarkan pada 26 Juli 1947. Pada masa itu, ORI merupakan mata uang yang memiliki nilai yang sangat rendah jika dibandingkan dengan uang-uang yang dikeluarkan oleh de Javasche Bank. Padahal uang ORI adalah uang langka yang semestinya bernilai tinggi.

Pada 8 April 1947, gubernur provinsi Sumatera mengeluarkan rupiah Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatera (URIPS). Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru. Kepulauan Riau dan Irian Barat memiliki variasi rupiah mereka sendiri, tetapi penggunaannya dihapuskan pada tahun 1964 di Riau dan 1974 di Irian Barat. Krisis ekonomi Asia tahun 1998 menyebabkan nilai rupiah jatuh sebanyak 35% dan membawa kejatuhan pemerintahan Soeharto. Rupiah merupakan mata uang yang boleh ditukar dengan bebas tetapi diperdagangkan dengan penalti disebabkan kadar inflasi yang tinggi.


Berikut ini Perubahan Desain Antara Uang Lama dan Baru


1. Uang Kertas Rp.100.000


Uang Lama 100.000
Uang Lama


Uang Baru 100.000
Uang Baru


2. Uang Kertas Rp.50.000


Uang 50.000 lama
Uang Lama


Uang baru 50.000
Uang Baru

3. Uang Kertas Rp.20.000


Uang Lama 20.000
Uang Lama


Uang Baru 20.000
Uang Baru

4. Uang Kertas Rp.10.000


uang lama 10.000
Uang Lama


Uang Baru 10.000
Uang Baru


5. Uang Kertas Rp.5000


Uang 5000 lama
Uang Lama

Uang Baru 5000
Uang Baru

6. Uang Kertas Rp.2000


Uang 2000 Lama
Uang Lama


Uang baru 2000
Uang Baru

7. Uang Kertas Rp.1000


Uang 1000 lama
Uang Lama


Uang baru 1000
Uang Baru


Pahlawan Baru Yang Terdapat Pada Desain Uang Baru :


1. Rp.1000 : Tjut Meutia (Pejuang kemerdekaan Indonesia dari era kolonial Belanda).
2. Rp.2000 : Mohammad Hoesni Thamrin (Perintis revolusi kemerdekaan Indonesia).
3. Rp.5000 : Dr. KH. Idham Chalid (Guru besar Nahdatul Ulama).

4. Rp.10.000Frans Kaisiepo (Pahlawan kemerdekaan Indonesia).
5. Rp.20.000 : Dr. GSSJ Ratulangi (Gubernur pertama Sulawesi).
6. Rp.50.000 :  Ir. H. Djuanda Kartawidjaja (Pengukuh kedaulatan Indonesia).

Uang Rp.100.000 saja yang tidak berganti pahlawannya. Sekian

Artikel Terkait

Hidup itu sederhana, namun seringkali kita lah yang membuatnya menjadi sulit.